Tentang Kami

Sejarah Berdiri

Kehadiran Injil di Tanah Batak membawa keberhasilan dan kecerdasan untuk Masyarakat Tapanuli. Pekerjaan sosial berjalan dengan baik dan ini semakin nampak melalui kehadiran Pdt. DR.I.L. Nomensen yang menerapkan system pelayanan melalui konsep (pargodungan). Sebagai wujud nyata refleksi iman umat Kristen, khususnya jemaat HKBP atas Pelayanan Yesus Kristus dan pemahaman yang mendalam akan Firman Tuhan, maka sejak tahun 1990 sudah mulai dirintis pelayanan kepada Masyarakat atau orang-orang yang dimarginalisasi (misalnya: orang berpenyakit kusta, orang buta dan cacat tubuh fisik dan mental).

VISI

Biro Diakoni Sosial/Caritas & Emergency HKBP mewujudkan HKBP menjadi berkat bagi dunia melalui pelayanan kasih yang holistik dan berkelanjutan bagi masyarakat.

MISI

1. Menyelenggarakan pelayanan diakonia yang responsif dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
2. Memberdayakan kelompok rentan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan ekonomi.
3. Meningkatkan ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana dan krisis sosial.
4. Mengembangkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan, tanpa membedakan latar belakang.
5. Membangun kemitraan strategis dengan gereja, pemerintah, dan lembaga sosial untuk memperluas dampak pelayanan.

Yang Kami Lakukan

Program Kami

01.

RUMAH BELAJAR PATMOS (RBP)

02.

II. Pelayanan kepada Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP)/ Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

03.

III. Balai Latihan Kerja Komunitas Diakoni Sosial HKBP (BLKK)

04.

Tanggap Bencana HKBP

05.

Perkebunan dan Peternakan

06.

Pelayanan Masyarakat melalui Credit Union Modification (CUM)

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan.

Rumah Belajar Patmos adalah program pendidikan yang menyediakan bimbingan belajar, pembinaan karakter, dan dukungan bagi anak-anak agar dapat berkembang secara akademik dan spiritual.

Pelayanan ini ditujukan bagi individu dengan disabilitas psikososial atau gangguan jiwa, serta keluarga yang membutuhkan pendampingan, dukungan, dan pemulihan secara holistik.

BLKK bertujuan memberikan pelatihan keterampilan kerja agar masyarakat memiliki kemampuan mandiri dan siap untuk bekerja atau berwirausaha.

Melalui program Tanggap Bencana HKBP, kami memberikan bantuan darurat seperti logistik, relawan, serta dukungan moral dan spiritual bagi korban bencana.

Program ini membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam, pelatihan, serta hasil usaha yang berkelanjutan.

CUM adalah program pemberdayaan ekonomi yang membantu masyarakat dalam pengelolaan keuangan, akses simpan pinjam, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.