Balai Latihan Kerja Komunitas Diakoni Sosial HKBP (BLKK)
Program pelatihan Tata Busana yang dikembangkan oleh Biro Diakoni Sosial/Emergency HKBP merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis keterampilan. Inisiatif ini telah dimulai sejak 05 Agustus hingga Desember 2015 melalui program Pra Mandiri (PRAMANDIRI) yang dilaksanakan di wilayah Lokalisasi Bukit Maradja, Kabupaten Simalungun. Program ini bertujuan untuk memberikan alternatif keterampilan bagi kelompok rentan, khususnya para pekerja seks komersial (PSK), mucikari, mantan PSK, serta jemaat HKBP Sion, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan United Evangelical Mission (UEM) dalam dukungan pendanaan. Namun, pelaksanaan awal ini belum mencapai hasil yang optimal, karena peserta belum menunjukkan kesiapan untuk beralih profesi dan mandiri melalui keterampilan menjahit.
Menyikapi hal tersebut, Biro Diakoni Sosial/Emergency HKBP terus melakukan evaluasi dan penguatan pendekatan pelayanan. Melalui proses pemotivasian dan pendampingan yang dilakukan, termasuk oleh Pdt. Eden Siahaan, S.Th., M.M., muncul kembali semangat belajar dari sebagian jemaat dan mantan peserta. Hal ini mendorong lahirnya pengembangan pelayanan berbasis masyarakat melalui Rumah Pra Mandiri Patmos di Rambung Merah, Kabupaten Simalungun, yang dilaksanakan bekerja sama dengan PI Zending dan Biro Pengabdian Masyarakat HKBP dalam proses perekrutan peserta dari kelompok masyarakat ekonomi lemah.
Seiring dengan berkembangnya kebutuhan dan komitmen pelayanan, HKBP melalui Biro Diakoni Sosial pada tahun 2022 mengajukan permohonan kepada pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan untuk memperoleh dukungan fasilitas pelatihan yang lebih memadai. Permohonan tersebut menghasilkan hibah berupa satu unit gedung workshop Pelatihan Desain Mode dan Tekstil (Tata Busana) yang kemudian dikenal sebagai Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Lembaga Diakoni Sosial HKBP, yang berlokasi di Jl. Viyata Yudha No. 52, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
Dalam pelaksanaannya, BLKK ini didukung melalui kerja sama dengan pemerintah, khususnya Dinas Ketenagakerjaan Kota Pematangsiantar dan BBPVP Medan, guna memastikan kualitas pelatihan yang sesuai dengan standar kompetensi kerja. Program ini ditujukan kepada warga jemaat dan masyarakat umum dari kelompok ekonomi lemah yang tidak mampu melanjutkan Pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, dengan fokus pada peningkatan keterampilan menjahit sebagai bekal kemandirian ekonomi. Pelatihan dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2023, sebanyak dua gelombang setiap tahun, bertempat di gedung BLKK Lembaga Diakoni Sosial HKBP Pematangsiantar, sebagai respons atas kebutuhan pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan dan pengurangan kerentanan sosial, serta dilaksanakan melalui sistem pelatihan terstruktur yang mencakup teori dan praktik menjahit dengan standar pelatihan kerja.
Hingga saat ini, program BLKK Lembaga Diakoni Sosial HKBP telah berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, dengan kapasitas maksimal 16 peserta per gelombang. Secara kumulatif, sebanyak 71 orang telah memperoleh pembekalan keterampilan menjahit melalui program ini, yang diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi serta membuka peluang usaha bagi para peserta di tengah masyarakat.
Selain program pelatihan menjahit, BLK Komunitas (BLKK) Lembaga Diakoni Sosial HKBP juga mengembangkan unit produksi perangkat ibadah sebagai bagian dari penguatan kemandirian program. Produk yang dihasilkan meliputi kantong persembahan, kain altar, serta pakaian pelayanan (tohonan) seperti jubah Pendeta, Penatua (sintua), Bibelvrouw, dan guru huria. Kegiatan produksi ini tidak hanya menjadi sarana praktik, tetapi juga berfungsi sebagai sumber pendanaan untuk mendukung operasional pelatihan. Dengan demikian, tercipta model program yang berkelanjutan (sustainable), di mana hasil produksi turut menopang keberlangsungan dan pengembangan program secara jangka panjang.
